oleh

Mengenal Sosok Ulama’ Palembang KH. ALI UMAR THAYYIB (Part.3)

#PENGABDIAN TERHADAP TANAH AIR AS-SYEIKH KH. ALI UMAR THOYYIB RHADIALLAHU’ANHU

 

PALEMBANG, iniberita.co.id — As-Syeikh Ali Umar Thoyyib R.A tidak pernah condong kepada salah satu pihak saja, namun semua pihak Beliau R.A Rangkul dan Beliau R.A Ayomi. Beliau R.A berpendapat, apabila condong kepada salah satu pihak saja, maka yang terjadi akan meresahkandan semakin mengkotak-kotak ummat. Sebab ulama yang sejati adalah mereka yang memegang prinsip secara tegas dan membawa ummat menuju persatuan dan kesatuan guna mengantarkan mereka ke jalan Allah dan Rasul-Nya.

 

Karena Beliau R.A mengamalkan apa yang pernah Dikatakan : oleh guru Beliau R.A yaitu Al-Habib Abdullah Bin Abdul Qodir Bilfaqieh R.A “Jadilah Seorang Pancasilais Yang Muslim Dan Jadilah Sosok Muslim Yang Pancasilais.”(Maqolah)

 

As-Syeikh Ali Umar Thoyyib R.A adalah seorang tokoh ulama yang selalu melakukan kerja sama Positif dan Harmonis dengan para ‘Umara untuk bersama-sama membangun masyarakat Indonesia yang seutuhnya, guna tercapainya masyarakat adil dan makmur yang diridhai Allah SWT. Sehingga tercapainya “Baldatun Thayyibatun Wa Rabbun Ghafuur.” sebagaimana yang disebutkan di dalamAl-Qur’an.

 

Beliau R.A “selalu Menekankan :“Pentingnya Hubungan Antara ‘Ulama Dan Umara Agar Keduanya Selalu Berjalan Bersama-Sama Dalam Membangun Bangsa Dan Negara Ini.” (Maqolah). Beliau R.A Berpendapat : ”Bahwa ‘Ulama Dan Umara Harus Dapat Menjalankan Tugas, Fungsi Dan Tanggung Jawabnya Secara Benar, Maka Dengannya Akan Tercapai Apa Yang Di Cita-Citakan Oleh Seluruh Bangsa Indonesia.” (Maqolah). Sebagaimana yang telah di Sabdakan Nabi Besar Muhammad SAW, yang artinya : “Dua Golongan Dari Ummatku Apabila Keduanya Mampu Menjalin Hubungan Dengan Harmonis, Maka Ummat Akan Menjadi Baik. Namun Apabila Keduanya Tidak Dapat Menjalin Hubungan Dengan Baik, Maka Ummat Akan Hancur. Kedua Golongan Tersebut Adalah ‘Ulama Dan Umara. (Al-Hadist).

Demi mashlahat ummat, Beliau R.A tidak segan-segan mengkritik dan memberikan masukan kepada Pemerintah. Oleh sebab itu Beliau R.A di angkat sebagai Penasehat Majelis Ulama Indonesia/MUI Sumatera Selatan.

 

Beliau R.A Menginginkan Bangsa Ini Sebagai Bangsa Yang Bermartabat.Olehkarenanya, Beliau R.A Selalu Mengingatkan Bahwa “Pemuda-Pemuda Sekarang Adalah Pemimpin Yang Akan Datang, Maka Dari Itu Hendaklah Para Pemuda Mengisi Masa Mudanya Dengan Menuntut Ilmu Agama Dan Melaksanakan Ibadah Dengan Benar Sebagai Modal Untuk Mengenal Dan Mencintai Allah SWT Dan Rasul-Nya Muhammad SAW.”(Maqolah).

 

Karena menurut Beliau R.A maju mundurnya suatu bangsa dapat dilihat bagaimana pemudanya saat ini. Sering kali dalam mengajar atau ceramah As-Syeikh Ali Umar Thoyyib R.A meresahkan akan sebagian para pemuda di negeri ini yang sudah mulai meninggalkan ajaran agama. Beliau R.A Mengatakan : “Negara-Negara Diluar Kagum Dengan Kemajuan Bangsa Indonesia Dalam Bidang Ilmu Pengetahuan, Teknologi, Kedokteran Dan Lain-Lain.

 

Namun Amat Disayangkan, Disaat Ini Mulai Menjalar Wabah Yang Bermacam Bentuk Kemaksiatan Dikalangan Pemuda Di Negeri Ini. Saya Menghimbau Kepada Para Ulama, Aparat Negara Dan Orang Tua Agar Menyelamatkan Mereka Dari Hal Tersebut. Karena Merekalah Yang Bertanggung Jawab”. (Maqolah)

 

 

#AKHLAK DAN PERILAKU AS-SYEIKH KH. ALI UMAR THOYYIB RHADIALLAHU ‘ANHU

As-Syeikh Ali Umar Thoyyib R.A adalah seseorang yang dalam dirinya terkumpul antara Ilmu Dzohir dan Batin. Seorang yang di penuhi bejana ilmu, namun akhlak dan budi pekertinya sangatlah luar biasa. Dan Beliau R.A kalau mengajar murid-muridnya Beliau R.A menganggapnya sebagai sahabat-sahabat Beliau R.A

 

Akhlak dan perilaku Beliau R.A meneladani perangai kekasih-Nya yaitu Rasulullah SAW. Setiap orang yang mengenalnya melihat keindahan akhlak dan budi pekertinya. Beliau R.A seorang Mubaligh Sejati, tidak memandang siapa yang mengundangnya. Meski harus kepelosok daerah, namun Beliau R.A tetap datang memenuhi undangan tersebut dengan Senang Hati.

Rumah dan Majelis Beliau R.A terbuka untuk siapa saja. Beliau R.A menyambut para tamunya dengan Senyuman dan Keramahan. Beliau R.A tidak membeda-bedakan para tamu yang datang berkunjung kerumahnya. Beliau R.A menjadi Rujukan dan Keluh KesahUmmat pada zamannya.

 

Tidak hanya orang awwam bahkan para ulama dan para Pejabat Negara sekalipun datang ketempat Beliau R.A. Sikapnya Rendah Hati (Tawadhu’) dan Sangat Ramah, akhlak dan budi pekertinya sangatlah mulia. Hingga ummatpun sangat simpatik, segan dan menghormati Beliau R.A dan Beliau R.A juga seorang yang Murah Senyum dan Ceria, khususnya disaat memimpin Majelis-majelis Ta’lim dan Dzikir, jika tertawa Beliau R.A hanya tersenyum saja, Beliau R.A tidak pernah marah karena soal pribadinya, jika pun Beliau R.A marah itu hanya karena Allah SWT, ataupun karena Beliau R.A mengetahui adanya pelanggaran terhadap larangan-larangan Allah SWT.

 

Beliau R.A juga dikenal seorang ulama yangBerhati-Hati Dengan Apa Saja Yang Tidak Disenangi Allah SWT Dan Rasul-Nya Nabi Muhammad SAW (Waro’). Dan seorang ulama yang mempunyai Sifat Sosial Yang Tinggi (Karom) karena Beliau R.A sering memberikan hadiah dan uang kepada siapa saja,khususnya kepada murid-muridnya,walaupun kehidupan Beliau R.A dalam kesederhanaan.

 

Dan dikisahkan oleh murid-muridnya yaitu kalau setiap Beliau R.A selesai mengajar murid-muridnya Beliau R.A selalu mengambil secirik kopi dan makanan dari rumah Beliau R.A dan tidak sekali Beliau R.A selalu menyugukan hidangan langsung kepada para murid-muridnya dan orang yang ada di majelis serta tamu yang akan bertemu Beliau R.A, dan juga tidak jarang Beliau R.A memberikan makanan kepada orang gila dan anak-anak yang sedang bermain yang Beliau R.A lihat melintas disekitar majelis Beliau R.A dengan tangan mulia Beliau R.A sendiri dan Beliau R.A sering memberikan hadiah dan uang kepada siapa saja.

 

Dan Beliau R.A juga sering kali mengambil sampah-sampah yang ada di sekitar majelisnya dan mengumpulkannya lalu dibakar Beliau R.A. Secara tidak langsung Beliau R.A mendidik murid-muridnya supaya rajin dan menjaga kebersihan. Inilah suatu contoh Teladan, Ketawadhu’an serta akhlak Beliau R.A yang memiliki kedalaman ilmu.

 

Akhlak Baik (Akhlak Al-Karimah) yang terpancar dari pribadi Beliau R.A adalah benar-benar cermin tauladan dari akhlak Baginda Nabi Besar Muhammad SAW.Beliau R.A benar-benar meresapi bunyi Firman Allah SWT :

 

“Sesungguhnya Telah Ada Pada (Diri) Rasulullah Itu Suri Teladan Yang Baik Bagimu.”(QS. Al-Ahzab : 21)

 

Dan Sabda Rasulullah SAW :

 

من توضع رفعه اللّٰه

 

“Siapa Orang Yang’ Rendah Hati (Tawadhu’) Ia Akan Di Angkat Derajatnya Oleh Allah SWT.” (Al-Hadist)

 

As-Syeikh Ali Umar Thoyyib R.A selalu mengisi hari-harinya dengan ketakwaan kepada Allah SWT dan semaksimal mungkin mengikuti tuntunan Sunnah Baginda Rasulullah SAW inilah kiranya konsekuensi Sabda Rasulullah SAW yang tertera dalam Riwayat :

 

Imam Ahmad Bin Hambal R.A dalam kitabnya “Al-Musnad.”

Imam Thurmudzy A dalam kitabnya “ As-Sunan.”

Imam Al-Hakim A dalam kitabnya “Al-Mustadrok.” dari sahabat Abu Dzar Al-Ghiffary R.A

Imam Ibnu As-Sakir A dalam kitabnya “At-Tarikh.” dari sahabat Anas Bin Malik R.A dari RasulullahSAW

اتق اللّٰه حيثما كنتواتبع السيئة الحسنة تمحها

 

وخالقالناس بخلق حسن

 

“Bertakwalah Kepada Allah SWT Dimana Saja Kamu Berada Dan Ikutkanlah Perbuatan Buruk (Diganti) Dengan Perbuatan Yang Baik Niscaya Perbuatan Baik Tersebut Akan Menghapuskannya, Serta Bergaullah Dengan Ummat Manusia Yang Berakhlak Luhur.” (Al-Hadist)

 

As-Syeikh Ali Umar Thoyyib R.A adalah seorang yang mempunyai pendirian teguh dan sangat memegang prinsip dalam membina dan mendidik para muridnya agar mereka mantap keimanannya kepada Allah SWT serta Rasul-Nya. Begitu pula dalam menghadapi keadaan zaman yang tidak menentu, karena banyak terjadi penjajahan budaya, penjajahan mental dan dekadensi moral yang dapat merusak keimanan dan keislaman seseorang. Beliau R.A menandaskan agar selalu tetap mengikuti ajaran Allah, Rasulullah serta Para Salafuna Shalihin.

 

Dalam mengemban tugas suci dakwah dan mendidik para muridnya, Beliau R.A selalu Tawakal, Sabar, Ikhlas serta selalu Berdo’a kepada Allah SWT. agar mereka mendapat limpahan pertolongan perlindungan-Nya. Disinilah benar-benar diterapkan FirmanAllah SWT yang berbunyi :

 

”Daging-Daging Unta Dan Darahnya Itu Sekali-Kali Tidak Dapat Mencapai (Keridhaan) Allah SWT, Tetapi Ketakwaan Dari Kamulah Yang Dapat Mencapainya.”(QS. Al-Hajj : 37)

 

Berkata : Imam Ibnu Abbas R.A yang diikuti oleh Imam Ibnu Isa R.A, yang dimaksud ketakwaan yang bisa sampai kepada Allah SWT adalah ketakwaan atau amal yang didasarkan dengan penuh Hanya Karena Allah SWT(Keikhlasan). Hal ini sejalan dengan Hadist yang Diriwayatkan oleh Imam Muslim R.A dalam “As-Shoheh” dan Imam Ibnu Majja R.A dalam “As-Sunan” dari sahabat Abu Hurairah R.A yang berbunyi:

 

ان اللّٰه لا ينظر الى اجسامكم ولا صوركم ولكن ينظر الى قلوبكم

 

“Sesungguhnya Allah SWT Tidaklah Melihat Pada Bentuk Badan Dan Rupa Kalian, Melainkan Allah SWT Melihat Pada Segala Hati Kalian.”(Hadist As-Shoheh)

 

Dikisahkan oleh para murid-murid Beliau R.A, Beliau R.A adalah seorang guru sekaligus orang tua bagi murid-muridnya, pada setiap jam 12 malam Beliau R.A keluar dari rumahnya sambil membawa secirik kopi dan makanan,untuk mengajak anak didiknya membaca Dzikir Ratibul Haddad Dan Sholat Tahajjud. Karena Beliau R.A meresapi FirmanAllah SWT :

 

“Sifat Dari Mereka (Orang-Orang Yang Beriman) Sedikit Tidurnya Di Waktu Malam.”(QS.Ad-Dzariyat :17)

 

Dan setelah selesai Beliau R.A mengajak murid-muridnya membaca Dzikir Ratibul Haddad dan Sholat Tahajjud, kalau ingin pulang atau masuk kerumah Beliau R.A untuk melanjutkan ibadahnya, Beliau R.A selalu menanyakan kepada murid-muridnya “Pintu Gerbang Apakah Sudah DiKunci.” (Maqolah). Dan pada bulan Ramadhan Beliau R.A selalu menyediakan makan sahur dan makanan minuman untuk murid-muridnya berbuka puasa. Inilah akhlak dari seorang guru yang sangat menaruh perhatian yang sangat besar terhadap anak didiknya.

 

As-Syeikh Ali Umar Thoyyib R.A selalu menekankan kepada anak-anaknya dan murid-muridnya agar memiliki pendirian yang kuat dan kokoh serta tidak mudah terpengaruh akan gejolak zaman. Dari jerih payahnya yang Penuh Tanggung Jawab Dan Keikhlasan dalam mendidik serta mengasuh para anak-anaknya dan murid-muridnya, hasilnya tidak sia-sia. Anak dan Muridnya yang kemudian hari juga meneruskan jejak langkahnya sebagai pendidik dan pengasuh Pondok Pesantren, Majelis Dzikir Dan Majelis Ta’lim di Palembang dan diluar Kota Palembang.

 

#WAFATANYA AS-SYEIKH KH. ALI UMAR THOYYIB RHADIALLAHU’ANHU

Jasa As-Syeikh Ali Umar Thoyyib R.A tidaklah dapat di untai hanya dengan perkataan. Begitu besar dan amatlah mulia apa-apa yang telah Beliau R.A curahkan terhadap Islam dan kaum muslimin. Sungguh hidupnya telah dihabiskannya hanya untuk Allah SWT dan meneruskan perjuangan Rasulullah SAW untuk Berdakwah dan Melayani Ummat.

 

Sebagai seorang makhluk, saat berpulang dari alam yang fana’ menuju alam keabadian adalah telah menjadi ketetapan-ya. Tatkala berpindah dari alam ini sudah digariskan-Nya tanpa ada sesuatu apapun yang dapat merubah dan menunda. Itulah kebesaran dan kekuasaan-Nya yang Azaly. Setelah menghabiskan seluruh waktunya untuk berdakwah, mengajar dan mengabdi kepada ummat.

 

Bagi Beliau R.A bertemu Allah SWT adalah dambaan besar dari lubuk hati yang telah dipenuhi bejana cinta dan rindu kepada Allah SWT dan Rasul-Nya Nabi Muhammad SAW. Beliau R.A termasuk seorang yang terdapat dalam Kata Mutiara Syair : Al-Quthub Sayyidunal Habib Muhammad Bin Ahmad Al-Muhdhor R.A.

 

احب لقاء اللّٰه لما احبه$ سعيد شهيد قد قضى فيه نحبه

 

“Dia Cinta Untuk Bertemu Dengan Allah SWT, Ketika Allah SWT Mencintainya. Dia Beruntung Pula Syahid.” (Maqolah)

 

Ruh suci yang menghadap Allah SWT diantar oleh Imam dari semua manusia suci, sungguh suatu anugerah yang tak terukur nilainya. Pada Detik-detik Menjelang Beliau R.A Wafat, anak ke 7 Beliau R.A, Muhammad Ja’far Shodiq sakit, selama dalam satu tahun Beliau R.A yang selalu merawatnya. Dan pada tanggal 19 September 2007, Bapak DR H. Susilo Bambang Yudhoyono selaku Pembina/Ketua Umum Majelis Dzikir SBY Nurussalam Pusat. Mengajak Beliau R.A untuk menunaikan ibadah Umrah dan bersama para pengurus Majelis Dzikir SBY Nurussalam yang ada di Propinsi di Indonesia. Setelah sampai disana Beliau R.A berdo’a di depan Ka’bah Baitullah untuk Ummat Islam yang ada dinegeri ini supaya adil dan makmur dan dikhususkan untuk kesembuhan anak Beliau R.A yang sedang terbaring sakit, Dan tidak lama Beliau R.A pulang dari Umrah, Alhamdulillah anak Beliau R.A sembuh.

 

Lalu tidak lama kemudian Beliau R.A terbaring sakit dan didalam satu tahun Beliau R.A sakit, sudah sering Beliau R.A keluar masuk dan dirawat di Rumah Sakit Muhammad Husien Palembang, dan Rumah Sakit Pelabuhan Boom Baru 5 Ilir Palembang. Dan pada hari Rabu Malam Kamis setelah Sholat Magrib Beliau R.A menyuruh anaknya yaitu Al-Ustadz Abul Hasan As-Syadzili untuk di ambilkan air Zam-zam yang ada di dekat Beliau R.A lalu Beliau R.A meminum air Zam-zam tersebut, setelah itu Beliau R.A menyuruh anak-anaknya dan murid-muridnya untuk dibacakan Ratibul Haddad dihadapan Beliau R.A, dan disaat itu juga Beliau R.A berpulang ke Rahmatullah dengan penuh kemuliaan sambil menyebut “Ya Allah…”Pada Hari Rabu Malam Kamis bertepatan tanggal 21 Dzulqoidah 1429 H / 19 November 2008 Mdi Rumah Sakit Pelabuhan Boom Baru 5 Ilir Palembang, dalam usia 56 Tahun.

 

Dimana waktu tersebut biasa Beliau R.A mengajar di Masjid Daarul Muttaqien Pasar Kuto 8 Ilir Palembang dengan tema ”Adabul Islam Fi Binail Insan.” yang rutin setiap hari rabu malam kamis setelah sholat magrib, lalu Beliau R.A di bawa oleh murid-muridnya kerumah adik Beliau R.A yaitu Al-Ustadz Ahmad Umar Thoyyib R.A di Jalan Perintis Kemerdekaan Lorong Air Panas 5 Ilir Palembang.

 

Dengan cepat tersebar luas berita kewafatan Beliau R.A ummat seakan tak percaya akan berita yang mereka dengar,para murid dan pencinta Beliau R.A berduyun-duyun datang untuk memberikan penghormatan yang terakhir kepada Ulama Besar Gurunya para Guru yang ada di Kota Palembang maupun yang ada di luar kota Palembang.

 

Mereka kehilangan sosok panutan ummat yang selama ini Mengayomi dan Memberikan Perhatian kepada mereka. Lantunan Surat Yasiin, Tahlil dan Do’a tanpa henti bergema di kediaman Adik Beliau R.A . Sekitar rumah duka penuh sesak oleh para pentakziyah, entah dari mana datangnya, para pentakziyah laksana gelombang air yang terus mengalir.

 

Keesokan harinya hari kamis, setelah di sholatkan di rumah duka oleh para pentakziyah yang di Imami oleh anak Beliau R.A Al-Ustadz Abul Hasan As-Syadzili, lalu pada jam 15.20 WIB jenazah Beliau R.A dibawa oleh pentakziyah ke Masjid Daarul Muttaqien 8 Ilir Kuto Batu Palembang untuk di tahlilkan dan di sholatkan, Dan jenazah Beliau R.A sempat dua kali di sholatkan, sholat jenazah yang pertama yang di imami oleh murid Beliau R.A Al-Ustadz Al-Habib Umar Abdul Aziz Bin Abdurrahman Syahab dan sholat jenazah yang kedua yang di imami oleh murid Beliau R.A juga yaitu Al-Ustadz Al-Habib Hamid Bin Umar Al-Habsyi.

 

Lalu jenazah Beliau R.A di antarkan oleh ribuan para pentakziyah dari berbagai kalangan apapun ke TPU Kandang Kawat Duku Palembang, dan tidak jauh dari makam Al-‘Allamah Al-Habib Abdurrahman Bin Muhammad Bin Pangeran Syarif Ali Bin Syech Abu Bakar R.A. Beliau R.A meninggalkan seorang istri dan delapan orang anak, lima laki-laki dan tiga perempuan. Istri Beliau R.A Hj. Nur’Aini Binti Usman. Dan anak-anak Beliau R.A yaitu :

1. Abul Hasan As-Syadzili

2. Robi’atul Adawiyah

3. Ummi Salamah

4. Ahmad Al-Muhajir

5. Abdullah Uwes Al-Qoroni

6. Fatimatuz Zahroh

7. Muhammad Ja’far Shodiq

8. Syarif Hidayatullah Ibnu As-Syeikh Ali Umar Thoyyib

 

Dan hingga saat ini makam Beliau R.A selalu diziarahiorang yang datangdari berbagai daerah, Beliau R.A tidak meninggalkan harta dunia, namun yang Beliau R.A tinggalkan adalah jasa, kenangan baik, ilmu yang ada di dalam dada putra-putri dan para murid-murid Beliau R.A justru inilah yang menjadi warisan paling penting dalam kehidupan kita yang fana’ ini.

 

Banyak Kemuliaan-Kemuliaan(Karomah) yang dimiliki As-Syeikh Ali Umar Thoyyib R.A yang telah terjadi dan disaksikan langsung oleh para murid-muridnya, namun Beliau R.A sama sekali tidak pernah membicarakannya. Karena sejatinya, karomah yang terbesar adalah Kerutinan (Istiqomah) Beliau R.A dalam berbagai amal kebajikan. Sebagaimana Sabda RasulSAW :

 

الإستقامة خير من ألف كرامة

 

“Kerutinan (Istiqomah) Lebih Utama (Afdhal) Dari Seribu Kemuliaan (Karomah).”(Al-Hadist).

 

Istiqomah Beliau R.A yang paling menonjol adalah ibadah, mengajar dan mendidik para muridnya dengan tak kenal lelah dan pantang menyerah.

 

Sepeninggal Beliau R.A semua kegiatan dakwah dilanjutkan oleh putra pertama Beliau R.A sekaligus KhalifahBeliau R.A yaitu : Al-Ustadz Abul Hasan As-Syadzili. Setelah wafatnya As-Syeikh Ali Umar Thoyyib R.A Majelis Ta’lim Wat Tadzkir Al-Awwabien,Majelis Maulid Simtud Duror Dan Ratibul Haddad setiap malam 14 pada bulan Hijriyah setelah sholat Isya’ di Masjid Daarul Muttaqien Pasar Kuto Palembang.

 

Dzikir Ratibul Haddad setiap malam Minggu di Masjid Agung Sultan Mahmud Badarudin SMB 19 Ilir Palembang setelah sholat Isya’, Ziarah Ulama Dan Habaib Palembang Darussalam Majelis Al-Awwabien setiap minggu ketiga pada bulan Sya’ban,menghadiri Haul Dua Maha Guru Besar Majelis Al-Awwabien Al-Imamein R.A di Pondok Pesantren Daarul Hadist Al-Faqihiyyah Malang – Jawa Timur pada setiap hari minggu terakhir bulan Jumadil Akhir,setelah itu ziarah ke makam Wali Songo R.A,dan Mengajar di berbagai Masjid dan Musholla dimana tempat Beliau R.A Mengajar.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru