PALI, iniberita.co.id — Terkait cuitan Lembaga Anti Rasuah GNPK-RI dalam penilaiannya pada pekerjaan Proyek Jembatan Desa Pandan di Kabupaten Pali yang menelan anggaran mencapai milyaran rupiah, mendapat tanggapan dari masyarakat atau warga setempat dan menepis issue terkait penghamburan uang negara dan tidak memiliki asaz manfaat.
Salahsatunya dari Tokoh Masyarakat Desa Panda, Adi Warsito, ST angkat bicara, menurutnya masyarakat Desa pandan sejak dulu PALI masih bergabung dengan Kabupaten Muara Enim memang menginginkan untuk dibangunkan jembatan kepada pemerintah kabupaten Muara Enim yang pada waktu itu Bupati dijabat Bapak H. KALAMUDDIN DJINAB (Alm).
“Sudah lama memang aspirasi kami untuk membangun jembatan Desa Pandan ini, sejak tahun 2004 kemudian di tahun 2008 Masyarakat mengajukan kembali pembangunan jembatan itu melalui proposal namun belum bisa di realisasikan oleh pemkab muara enim, Alhamdulillah setelah pemekaran Kabupaten PALI yang dipimpin oleh Bpk H. Heri Amalindo Jembatan itu terealisasi dan dibangun,” ungkapnya, Sabtu (5/2/2022).
Menurutnya, Jembatan yang sangat dibutuhkan oleh Masyarakat Desa pandan ini menjadi akses penting menuju Kota Prabumulih dan akses untuk Pemakaman Rakyat yang selama ini cukup merepotkan masyarakat setemoat, pasalnya masyarat mesti menggunakan perahu untuk menyebrangkan jenazah menuju pemakaman.

“Selain itu juga jembatan ini sangat dibutuhkan sebagai akses untuk mengangkut hasil pertanian dan perkebunan masyrakat dan juga akses ekonomi masyarakat Desa Pandan,” ungkapnya.
Senada dengan hal tersebut, Suharto (45) yang juga merupakan Mantan Kades Persiapan Pandan Ilir menuturkan, bahwa Masyarakat sangat berterima kasih sekali kepada Pemkab PALI karena jembatan yang dibangun di desa Pandan membuat masyarakat desa mudah mengakses lokasi untuk berziarah Ke Makam Puyang-puyang Desa Pandan.
“Ade beberape makam tempat ziarah yang menjadi keramat bagi urang duson pandan ini, seperti Puyang Serampuh Kumbang, Puyang Jambi, Puyang Depati Maskarang, Puyang Telek Wali, Puyang Muara, makam urang-urang keramat inilah yang telah berjasa mendirikan Desa Pandan dan di makamkan di seberang Desa karne sejarah awal berdirinya Desa Pandan Pertama kali ada di Seberang Sungai Lematang,” terangnya.
Ditambahkan Suharto, bahwa secara global tentunya masyarakat desa pandan merasa sangat terbantu dengan pembangunan akses jembatan ini karena sudah sejak lama diimpikan masyarakat.
“Masyarakat juga sangat berterima kasih pada Pak Heri Amalindo yang telah bersedia membeli Lahan untuk Pembangunan Jembatan secara Pribadi yang diwakafkan atas nama org tua Beliau pd waktu itu,” urainya.
“Sekali lagi ucapkan terima kasih pada Pak Bupati Heri Malindo, karena berkat kebijakan dan komitmen pak Bupati untuk pembangunan Infrastruktur memang patut diacungi jempol,” tutupnya. (cr9)



Komentar