oleh

Bupati – Wabup Empat Lawang Pantau Langsung Tes Guru Honorer Non PNS

Foto: Bupati Empat Lawang H. Joncik Muhammad dan Wakil Bupati Empat Lawang Yulius Mulana, sedang melakukan monitoring tes guru Honorer non PNS di SMP Negeri 1 Tebing Tinggi, Rabu (19/6).

Empat Lawang,iniberita.co.id – Bupati Empat Lawang H. Joncik Muhammad dan Wakil Bupati Empat Lawang Yulius Mulana, memantau langsung tes Guru Honorer Non PNS, Rabu (19/6).

“Hari ini (red, kemarin) monitoring tes guru non PNS, khususnya guru SD dan SMP, yang menjadi kewenangan Pemerintah Daerah, sesuai dengan Undang-Undanh 23 tahun 2014,” ungkap Bupati Empat Lawang H Joncik Muhammad didampingi Wakil Bupati Empat Lawang Yulius Maulana,saat monitoring tes guru honorer non PNS, di SMP Negeri 1 Tebing Tinggi.

Dikatakan Joncik, banyak sekali guru honorer Non PNS yang berkeluh kesah, dan mengadukan nasibnya ke Kepala Daerah. Bahkan ada yang curhat langsung.

“Ada yang mengadu mereka ini jadi tidak jadi PNS itu karena terputus SK kepala Daerah, memang ada PP yang mengatur itu, nah ini banyak sekali guru non PNS kita yang seharusnya jadi PNS tapi tidak jadi karena terputus,” ujarnya.

Dan kapasitas, kualitas dan Integritas guru ini lanjut Joncik, harus ditingkatkan salah satunya harus diberikan kesejahteraan sekalipun itu sangat terbatas, dan Insyaallah kedepan akan di tambah kuota.

“Penambahan honor untuk mereka ini, dan tahun ini ada 1100 yang kita anggaran yang ikut tes ada 2150, untuk intensipnya itu 300 ribu perbulan dan itu berasal dari APBD Empat Lawang, dan ini salah satu janji politik yang kita tunaikan. Satu-persatu kita tunaikan,” katanya.

Dirinya berharap para guru ini betul -betul mendedikasikan diri mereka untuk mendidik yang baik, disiplin dan memberikan contoh yang baik kepada siswa. Dan kesejahteraan guru akan di tingkatkan, apa lagi sekarang pemerintah pusat sudah memberikan ruang untuk mengangkat P3K.

“Dan mungkin dari sini bagian dari strategi kita untuk mengangkat P3K. Dan hasil tes ini akan murni bisa jadi yang sudah 10 tahun 15 tahun tidak lulus karena nilainya tidak mencukupi, tapi pemerintah Daerah juga memikirkan mereka yang sudah lama mengabdi itu, dan tahun depan akan kita anggaran lagi mudah-mudahan semuanya akan terselesaikan,” pungkasnya. (Anton)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *