oleh

Mengenal Sosok Ulama’ Palembang KH. Ali Umar Thoyyib (Part I)

PALEMBANG, iniberita.co.id — Almukarrom Murabbirruh, As-Syeikh Ali Umar Thoyyib R.A lahir di kota Palembang pada hari Ahad,Tanggal 21 Shafar 1372 H / 09 November 1952 M, Muhammad Ali Al-Mukarom merupakan nama pemberian kedua orang tua nya,dan Beliau R.A dibesarkan dilingkungan keluarga yang sederhana, teguh memegang dan menjalankan norma-norma agama, dari situlah terbentuk karakter Beliau R.A, sebagai orang yang Ta’at dan Taqwa terhadap perintah-perintah Allah Subhaanahu Wa Ta’ala Dan Rasul-Nya Shallallaahu‘Alaihi Wassalam.

 

Ayahnya adalah Al-Marhum Umar Bin Thoyyib seorang ayah yang bertanggung jawab atas keluarganya dan didalam pendidikan anak-anaknya. Sedangkan ibunda Beliau R.A adalah Al-Marhumah Zainab Binti Abdullah Shidiq. Beliau R.A putra pertama dari enam bersaudara empat laki-laki dan dua perempuan,dan juga Beliau R.A Memiliki Darah Susonan Dari Keluarga Besar Bin Syahab DiKampung Muara 10 Ilir Palembang, Dan Darah Susonan Dari Keluarga Besar Al-Habsyi Di Pesantren Ar-Riyadh 13 Ulu Palembang, dimana darah ini yang bersumber dari hamba yang Suci dan Mulia yaitu Rasulullah SAW.

 

Namun, Darah atau Nasab Mulia tersebut diikuti pula oleh perbuatan yang Mulia. Dengan demikian Beliau R.A patut menjadi teladan bagi Putra-Putri,Murid-Murid dan Musliminpada Umumnya.Beliau R.A adalah seorang tokohUlamaAhlus Sunnah Wal Jama’ah yang benar-benar berpegang teguh pada Kitabullaah (Al-Qur’an) Dan Sunnah Baginda RasulullahSAW (Al-Hadist) serta bimbingan Salafus Sholeh ‘Alaihim Ridhwanullaah dari kalangan Ba’alawy dan berjalan di atas Madzhab Imam Syafi’i R.A.Karena Beliau R.A Mengamalkan Hadist Rasul SAW.

 

“Sesungguhnya Aku Tinggalkan Dua Perkara, Jika Kalian Pegang Keduanya, Niscaya Tak Ditemui Kesesatan Yaitu Kitabullah (Al-Qur’an) Dan Sunnahku (Al-Hadist). “Dalam Sebagian Riwayat Dan Keluargaku (Ahli Baitku)

Dan hendaklah diresapi dengan benar dan penuh kesungguhan Firman Allah SWT yang berbunyi:

“Sesungguhnya Orang Yang Paling Mulia Diantara Kamu Disisi Allah SWT Ialah Orang Yang Paling Taqwa Diantara Kamu.” (QS. Al-Hujarat : 13)

 

Sehubungan dengan Dzurriyatur Rasul (Keluarga Anak Cucu Baginda Nabi SAW) Sebaiknya simak Sabda Nabi SAW yang ditujukan kepada Putri Kesayangan Beliau SAW yaitu Sayyidatunna Fatimatuz Zahro’ ‘Alaihas Salam Wa Rodhiyallaahu ‘Anha :

 

يافاطمة اعملى لنفسك فإنى لااغني عنك من اللّٰه شيئًا

 

“Wahai Putriku Fatimah ! Beramalah Kamu Untuk Dirimu Sendiri, Sungguh Aku (Ayahandamu) Ini Tidak Berkuasa Apa-Apa Dihadapan Allah SWT.” (Al-Hadist)

 

Memang sepantasnyalah Dzurriyatur Rasul SAW itu berada dijalur jalan Baginda Rasulullah SAW sebagaimana yang telah Dikatakan oleh Al-Imam Al-Quthub Al-Habib Abdullah Bin Alwi Al-Haddad R.A (Shohibul Ratib Al-Haddad).

 

“Selalulah Berpegang Teguh Pada Kitabullah (Al-Qur’an) Dan Ikutilah Sunnah (Al-Hadist), Serta Tirulah Para Salaf (Ulama), Semoga Allah SWT Memberimu Hidayah.”(Maqolah)

 

# MASA BELAJAR AS-SYEIKH ALI UMAR THOYYIB R.A

Selain belajar kepada orang tuanya Beliau R.A memulai pendidikan formalnya di Madrasah Al-Khoiriyah 3 Ilir Palembang setelah selesai pendidikan di madrasah tersebut Beliau R.A melanjutkan pendidikannya ke PGAN Palembang, setelah menyelesaikan pendidikan formalnya tepatnya Tahun 1970Beliau R.A melanjutkan pendidikannya ke Pondok Pesantren Daarul Hadist Al-Faqihiyyah Malang – Jawa Timur yang diasuh oleh seorang Mursyid Thoriqoh Al-‘Alawiyyah dan ahli dibidang ilmu Agama Islam terutama di bidang Ilmu Hadist yaitu : Al-Ustadzul Imam Al-Hafidz Al-Musnid Al-Quthub Prof. Dr. Al-Habib Abdullah Bin Abdul Qodir Bilfaqieh R.A.

 

Dengan semangat belajar yang menggelora dan bimbingan sang guru, As-Syeikh Ali Umar Thoyyib R.A di kemudian hari mampu menguasai cabang-cabang ilmu agama Islam diantaranya dibidang Ilmu Fiqih, Hadist, Tauhid Dan Tasawwuf yang tentu saja semua ini merupakan warisan yang berharga dari sang guru, hal ini bukanlah sesuatu yang sulit dan mustahil apabila telah dikehendaki-Nya. Simak saja sebuah Firman Allah SWT yang berbunyi:

 

“Itulah Karunia Allah SWT, Diberikan-Nya Kepada Siapa Yangdikehendaki-Nya.” (QS. Al-Maidah : 54)

Dan dari gurunya tersebut Beliau R.A menerima ijazah untuk menyebarkan Thoriqoh Al-‘Alawiyyah yaitu suatu Thoriqoh yang berasal dari Rasulullah Shallallaahu ‘Alaihi Wassalam dan diteruskan oleh keturunan Beliau SAW yang biasa dikenal Thoriqoh Ahlil Bait, dan pada Tahun 1975 Beliau R.A menyelesaikan pendidikan pesantrennya sampai ke jenjang Kuliatul Mu’allimin atau setarap dengan Strata Satu.

 

Setelah menyelesaikan pendidikannya di pesantren yaitu pada Tahun 1975 Beliau R.A pulang ke kota Palembang. Lalu Beliau R.A diangkat sebagai guru pengajar di Pondok Pesantren Ar-Riyadh oleh Al-‘Arif Billah Al-Habib Abdurrahman Bin Abdullah Al-Habsyi R.A pendiri Pondok Pesantren Ar-Riyadh 13 Ulu Palembang,Al-Habib AbdurrahmanBin Abdullah Al-Habsyi R.A tersebut perna Berkata:“As-Syeikh Ali Umar Thoyyib R.A Saudara Saya DiDunia Dan Di Akhirat.”(Maqolah)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru