oleh

Hasil Pengembangan Korupsi 1,8 Milyar tahun 2015, Kejari Tetapkan 2 Tersangka Baru

EMPAT LAWANG,iniberita.co.id – Kejaksaan Negeri (Kejari) Empat Lawang menetapkan 2 tersangka baru, kasus tindak pidana korupsi
pengadaan bibit umbi talas Bantaeng (satoimo) pada Badan Pelaksana Penyuluh Ketahanan Pangan (BP2KP) Kabupaten Empat Lawang tahun anggaran 2015.

Dua tersangka tersebut mantan Kepala BP2KP yakni berinisial FM juga menjabat sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan mantan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) berinisial EM.

Kajari Empat Lawang, Sigit Prabowo didampingi Kasi Pidsus, Iwan Setiadi menjelaskan, perkara ini menindakalanjuti kasus tindak pidana korupsi
pengadaan bibit umbi talas jilid 2.

Karena sebelumnya sudah ada 1 tersangka dan sudah proses persidangan di Pengadilan Negeri Tipikor Palembang. Tersangka pertama yakni MR sebagai pihak ketiga sudah divonis 9 tahun.

“Cuman yang pertama itu (MR, red) terdakwa, tidak mau dia hanya sendirian. Karena kasus korupsi tidak hanya sendirian. Terdakwa menghendaki jangan tembang pilih,” ujar Sigit.

Maka sesuai putusan itu, Kejari Empat Lawang melakukan pengembangan dan ada 2 orang yang bertanggung jawab dalam perkara ini dan sudah ditetapkan tersangka.

“Kedua tersangka ini, mulai hari ini ditetapkan tersangka dan dititpkan di Lapas Kelas IIB Empat Lawang. Mereka kooperatif dan akan menjadi pertimbangan saat di persidangan nanti,” kata Sigit.

Apakah ada tersangka lainnya, Sigit menerangkan, akan melihat proses persidangan nanti. “Lihat perkembangan nanti ya, tidak menutup kemungkinanan,” katanya.

Mengenai kerugian negara, dari hasil audit BPKP menyatakan auditnya Los. Artinya negara dirugikan sekitar Rp1,8 Milyar.

“Dari hasil persidangan Tipikor ternyata yang diadakan itu harusnya bibit bukan umbinya. Tapi oleh terpidana dan tersangka ini diadakan umbinya. Karena beda bibit dan umbinya itu,” tukasnya. (*)

Komentar