BAYUNG LINCIR, iniberita.co.id — Heboh lakukan sweeping bersama warga (4/10) lalu, Lurah Bayung Lincir mengungkapkan bahwa dirinya mendapat telepon dari orang tak dikenal (OTD) pasca melakukan aksi sweeping bersama warga, RT, dan warga setempat.
“Yah memang ada telepon masuk nomor tak dikenal yang sempat menyampaikan nada dengan ancaman karena aksi sweeping kami kemarin, tapi saya tanggapi dingin saja,” ujar Siwaruddin selaku Lurah Bayung Lincir saat dikonfirmasi media, Kamis (6/10/2022).
Selain itu ada no WhatsApp +6281278364*** yang menyampaikan seperti nada ancaman pihak yang diduga kuat pemilik toko Sandria Motor karena tak terima dengan aksi sweeping tersebut.
“Kalo mengacu pada UU nomor 8/1999 tentang Perlindungan Konsumen jelas diatur dalam hal apa saja Larangan bagi pelaku usaha dan tugas serta fungsi pengawasan kami sebagai pemerintah setempat,” jelasnya.
Sedangkan Andi Datun, selaku warga dan tokoh masyarakat Bayung Lincir mengaku bahwa setelah dilakukan Police Line hingga kini masih terlihat aktivitas di Toko Sandria Motor.
“Kami minta aparat pemerintah untuk segera menutup sementara Toko yang kami nilai meresahkan warga Bayung Lincir itu, jangan sampai ada korban lagi kendaraan warga kedepan,” ungkapnya.
Senada dengan hal itu, Sekretaris ORMAS IKA PALI wilayah Bayung Lincir, Heriadi menuturkan, bahwa IKA PALI siap melakukan pengawasan dan pengawalan terkait Dugaan peredaran Oli Palsu yang beredar di Bayung Lincir itu.
“Kita ketahui bersama, 2021 lalu berdasarkan arahan Kapolda Sumsel melalui Direskrimsus menyikapi penegakan hukum khususnya untuk mengungkap dugaan peredaran oli palsu di Sumsel polisi tidak perlu menunggu adanya laporan masyarakat, Polisi bisa menindak secara hukum melalui jemput bola jika memang ada indikasi peredaran oli palsu,” ulasnya.
Oleh sebab itu, pihaknya berharap pada Polsek Bayung Lincir maupun Polres Muba untuk segera menindaklanjuti hal tersebut, sehingga ada kepastian hukum yang jelas dan tidak ada lagi pedagang-pedagang yang nakal dan meresahkan masyarakat kedepannya.
“Kami selaku Pengurus dan anggota IKA PALI wilayah Bayung Lincir, juga sedikit tersinggung karena Ketua Umum kami Bapak Siwaruddin yang juga merupakan Lurah Bayung Lincir mendapat Intimidasi dan Intervensi dalam menjalankan tugas fungsi dan wewenangnya sebagai aparat pemerintah,” urainya.
Sementara itu terpisah, Kepala Disdagprin Muba, Azizah saat dimintai keterangan terkait hasil penemuan tersebut, Pihaknya akan menurunkan tim hari ini (red) untuk melakukan penyegelan di Toko tersebut.
“Saya sudah memerintahkan Kepala UPTD Pak Toharuddin bersama untuk menutup dan menyegel sementara Toko yang diduga melakukan peredaran Oli Palsu ini,” jelasnya.
Namun, berdasarkan informasi dan hasil pemantauan media serta video yang beredar di lokasi Gudang Sandria Motor, Jum’at (7/10/2022) justru Tim Disdagprin Muba yang seyogyanya akan melakukan penyegelan Toko malah diduga membuat pernyataan dinilai tidak etis, karena kehadiran mereka hanya untuk melakukan pembinaan tapi kalo ada uang rokok mereka terima. (key)


