oleh

Mengenal Sosok Ulama’ Palembang KH. ALI UMAR THAYYIB (Part.2)

#MASA HIDUP AS-SYEIKH KH. ALI UMAR THOYYIB RHADIALLAHU’ANHU

 

PALEMBANG, iniberita.co.id — As-Syeikh Ali Umar Thoyyib R.A adalah seorang yang Ta’at dan Taqwa terhadap perintah-perintah Allah Subhannahu Wa Ta’ala dan Rasul-Nya Shallallaahu ‘Alaihi Wassalam. Beliau R.A masa hidupnya adalah seorang yang semangat dan tekun berusaha belajar memperdalam Ilmu-ilmu agama Islam dalam mengisi hidupnya, dan Beliau R.A bisa dikatakan seorang yang Haus Dengan Ilmu, sebagaimana yang pernah Dikatakan : oleh guru Beliau R.A yaitu Al-Habib Abdullah Bin Abdul Qodir Bilfaqieh R.A :

 

لاحياة لا مرئ لاعلم له

“Tidaklah Seseorang Dikatakan Hidup, Apabila Ia Tidak Berilmu.”(Maqolah)

 

Dan Sabda Baginda Nabi Muhammad SAW : yang Diriwayatkan oleh Imam Ibnu Abdil Bar R.A dalam kitabnya “Bayanul Ilmi Wa Fadlih” yang berbunyi :

انما العلم بالتعلم

“Sesungguhnya Ilmu Itu Dapat Di Raih Hanya Dengan Cara Belajar.” (Al-Hadist)

 

Perkataan dari Gurunya dan Sabda Rasulullah SAW inilah yang menjadi MotifasiBeliau R.A dalam mencari ilmu, dan tidak jarang Beliau R.A berkunjung untuk minta Do’a, Ijazah Dan Belajar kepada Habaib yang ada di luar kota Palembang maupun yang datang dari luar kota Palembang bahkan yang ada di kota Palembang itu sendiri yaitu diantaranya :

✓ Al-Imam Al-Quthub Al-Habib Abdul Qodir Bin Ahmad As-Segaf R.A (Jeddah)

✓ Al-‘Allamah Al-Muhaddist Al-Habib Muhammad Bin Alwi Al-Maliki R.A (Mekkah)

✓ Al-‘Allamah Al-Habib Zein Bin Ibrahim Bin Smieth R.A (Madinah)

✓ Al-‘Allamah Al-Habib Salim Bin Abdullah As-Syatiri R.A (Hadramaut)

✓ Al-‘Allamah Al-Habib Salim Bin Ahmad Jindan R.A (Condet-Jakarta)

✓ Al-Imam Al-Quthub Al-Habib Soleh Bin Mukhsin Al-Hamid R.A (Tanggul-Jawa Timur)

✓ Al-Imam Al-Quthub Al-Habib Ahmad Bin Abdullah Al-Atthas R.A (Benhil-Jakarta)

✓ Al-Imam Al-Quthub Al-Habib Ali Bin Husien Al-Atthas R.A (Bungur-Jakarta)

✓ Al-‘Arif Billah Al-Habib Umar Bin Ahmad Syahab R.A (14vUlu-Palembang)

✓ Al-‘Allamah Al-Habib Ali Bin Abu Bakar Al-Kaf/Habib Yayiek R.A (10 Ilir-Palembang)

✓ Al-‘Allamah Al-Habib Muhammad Bin Hamid Syeh Abu Bakar/Ust. A’ R.A (10 Ilir-Palembang)

✓ Al-‘Allamah Al-Habib Ahmad Bin Abdullah Al-Habsyi R.A (Pondok Pesantren Ar-Riyadh 13 Ulu-Palembang), dan masih banyak lagi.

 

#DAKWAH AS-SYEIKH KH. ALI UMAR THOYYIB RHADIALLAHU ‘ANHU

Beliau R.A telah mencapai puncak yang sempurna dalam kecintaan kepada Allahdan Rasul-Nya. Dalam berdakwah. Beliau R.A mengajak ummat agar selalu menanamkan di hati rasa cinta yang mendalam kepada Allah dan Rasul-Nya serta selalu menerapkan ajaran yang telah dibawa oleh pemimpin Nabi dan Rasul yaitu Nabi Muhammad Bin Abdillah SAW. Beliau R.A meresapi Hadist RasulSAW yang diriwayatkan oleh Imam Bukhori R.A dari Sahabat Abdullah Bin Umar R.A yang berbunyi :

 

لاَ يُؤْمِنُ اَحَدُكُمْ حَتَّى اَكُوْنَ اُحِبَّ اِلَيْهِ مِنْ وَلَدِهِ وَوَالِدِهِ وَمَالِهِ وَالنَّاسِ اَجْمَعِيْنَ

 

“ Belum Dikatakan Beriman Salah Seorang Dari Kalian Sehingga Aku (Rasulullahsaw) Lebih Dicintai Dari Pada Anaknya, Orang Tuanya, Harta Bendanya, Dan Dari Sekalian Manusia.” (Al-Hadist )

Sedangkan iman adalah tonggak agama, Ma’rifat yang konsekuensinya mengenal sifat-sifat Allah SWT dan membenarkan adanya Allah SWT dengan dalil-dalil yang kuat. Juga membenarkan sifat-sifat wajib Rasul-Rasul-Nya, dengan dalil-dalil yang kuat. Bukan dikatakan dekat kepada Allah SWT dan dekat kepada Rasul-Nya SAW apabila seseorang tidak mengenal sifat-sifat Allah SWT dan sifat-sifat Rasul SAW.

 

Beliau R.A seorang Auliya’ dan manusia pilihan telah menyelami lautan hakekat. Sehingga patutlah Beliau R.A menyandang gelar “Syaikhusy Syari’ah Wat Thoriqoh Wal Haqiqoh.”. Beliau R.A termasuk orang yang menghayati hadist diatas yaitu orang yang menomor satukan Allah SWT lalu baginda Nabi Muhammad SAW. “Engkau (Wahai Nabi Pilihan) Setelah Allah SWT Adalah Sebaik-Baik Yang Diharap Dan Yang Dapat Disandari Kelak Dihari Kiamat.”(Diwanul Haddad).

 

Jelaslah bahwa mencintai BagindaRasulSAW merupakan keharusan bagi setiap Muslim-Mukmin. Cinta yang dimaksud adalah bukan hanya cinta yang hanya di bibir saja, melainkan cinta yang disertai dengan mengikuti ajaran-Nya. Sebagaimana yang pernah Dikatakan oleh Guru Beliau R.A yaitu Al-Habib Abdullah Bin Abdul Qodir Bilfaqieh R.A bahwa:

 

“Janganlah Mencintai Nabi SAW Dengan Cinta Yang Dusta, Menyatakan Cinta Tapi Jauh Dari Ajarannya Merupakan Kebohongan Belaka.” (Maqolah)

 

Pribadi As-Syeikh Ali Umar Thoyyib R.A, sangat mulia kharismatik dan sangat disiplin dalam menyikapi masalah hukum agama tanpa tawar menawar. Sikapnya selalu tegas, yang haq tetap dikatakannya haq dan yang batil tetap dikatakannya batil tanpa pandang siapapun orangnya. Sikap konsisten menjalankan “Amar Ma’ruf Nahi Mungkar”.Sungguh BeliauR.A cermin manusia yang tergolong dalam sebuah Firman-Nya :

 

“Sesungguhnya Yang Amat Menaruh Rasa Takutnya Kepada Allah Di Antara Hamba-Hamba-Nya, Adalah Para Ulama (Ulamatul Akhiroh).”(QS . Fathiir : 28)

 

Dan itu tidak saja ditunjukkan kepada ummat, tetapi juga kepada pejabat pemerintah. Pada setiap kesempatan, terutama pada acara peringatan hari-hari Besar Nasional, As-Syeikh Ali Umar Thoyyib R.A selalu melancarkan saran dan kritik membangun, baik di atas Mimbar maupun dalam bentuk Tulisan Di Artikel Surat Kabar.

 

Selain mengajar di Majelis Ta’lim Wat Tadzkir Al-Awwabien As-Syeikh Ali Umar Thoyyib R.A juga gigih dan penuh semangat dalam berdakwah, baik didalam kota Palembang maupun di luar kota Palembang.Kegiatan mengajar/berdakwah Beliau R.A di berbagai Masjid dan Musholla di Palembang antaranya :

 

Masjid Agung Sultan Mahmud Badarudin/SMB (Jl.Merdeka 19 Ilir)

Masjid Lawang Kidul/Masjid Kiai Marogan (Jl.Slamet Ryadi Lawang Kidul Laut 5 Ilir)

Masjid Daarul Muttaqien (Jl.Dr. M.Isa 8 Ilir)

Masjid An-Nur (Jl.Pangeran Antasari 13 Ilir)

Musholla Sulukus Salam (Jl.Segaran 15 Ilir)

Musholla Darussalam (Jl.Slamet Ryadi Lr.Kemas I 8 Ilir)

Musholla Daarul Muhsinin (Jl.Slamet Ryadi Lr.Jambu 8 Ilir)

Musholla KH. Abdillah (Jl.Segaran Lr. Kebangkan 9Ilir)

Musholla Al-Ikhlas/Langgar Pas (Jl.Segaran Lr.Kebangkan 9 Ilir)

Musholla Habibullah (Jl. Radial 24 Ilir)

dan masih banyak lagi yang tidak bisa kami sebutkan satu persatu.

 

Maka patut kiranya Beliau R.A digolongkan dalam sebuah Hadist Rasulullah SAW:

 

على خلفائ رحمة اللّٰه قيل ومن خلفاؤك يارسول اللّٰه. قال الذين يحيون سنتى وعلمو لها عباد اللّٰه تعالٰى

 

“Bagi Kholifah-Kholifahku Rahmat Dan Allah SWT. Lalu Beliau SAW Ditanya.“ Siapakah Kholifah-Kholifah Paduka ? “, Maka Beliau SAW Menjawab : “Mereka Itu Adalah Yang Menghidupkan Sunnah-Sunnahku Dan Mengajarkannya Kepada Hamba-Hambaallah Ta’ala.”(Al-Hadist).

 

Beliau R.A berdakwah diluar kota Palembang diantaranya : Jambi, Sungsang, Bangka, Khususnya di daerah yang ada di Sumatera Selatan. Dalam mengajar dan berdakwah semata-mata dilakukan untuk mengemban Tugas Suci menyampaikan ajaran Allah dan Rasul-Nya. Dengan di dukung kemampuan yang sangat mempuni, As-Syeikh Ali Umar Thoyyib R.Amemiliki gaya yang khas dalam menyampaikanceramahnya. Metode ini Beliau R.A lakukan semata-mataagar para audiens atau pendengar paham dan mengerti akan materi yang sedang Beliau R.A sampaikan.

 

As-Syeikh Ali Umar Thoyyib R.A adalah seorang ulama dan mubaligh yang cerdik, karena Beliau R.A dapat menyesuaikan diri dengan situasi dan kondisi ummat yang sedang dihadapinya. Sebab mubaligh yang berhasil adalah, manakala ia dapat menganalisa para pendengarnya dimana ceramah dan dakwah itu disampaikan. Apabila Beliau R.A sedang ceramah dimana disitu mayoritas orang Palembang maka Beliau R.A menggunakan Bahasa Palembang Yang Halus, Dan jika Beliau R.A berkhotbah di khalayak yang disitu banyak terdiri dari beberapa kalangan, maka Beliau R.A menggunakan Bahasa Indonesia Yang Baik Dan Benar.

 

Tujuan Beliau R.A hanyalah agar mereka paham apa-apa yang disampaikannya. Dalam setiap dakwah atau ceramahnya Beliau R.A selalu mengajak ummat Islam agar meningkatkan mutu pengamalan ajaran agama. Ta’at kepada perintah Allah dan menjauhi segala bentuk larangan-Nya. Beliau R.A juga selalu mengingatkan agar ummat Islam terus meningkatkan komunikasi dengan Allah dan Rasul-Nya.

 

Dan Sering Beliau R.A juga setiap mengajar atau ceramahnya Beliau R.A membagikan lembaran/kertas yang didalamnya berisi suatu amalan yaitu ; Sholat Sunnah, Sholawat, Dan Dzikir-Dzikir Lainnya. Begitu pula pada akhir setiap mengajar atau ceramahnya Beliau R.A mengajak kepada hadirin untuk selalu mengingat kepada Sang Maha Pencipta yaitu Allah SWT dan Baginda Nabi Muhammad SAW.

 

Sambil meneteskan air mata, mengingat lumuran noda dan dosa yang telah kita perbuat,meresapi hidup ini yang hanya bersifat sementara dan mengingatkan bahwa semua manusia ini akan meninggalkan alam dunia ini serta akan dimintai pertanggung jawabannya oleh Allah SWT atas segala amal buruk yang pernah diperbuatnya didunia ini. Dapat disimpulkan bahwa Beliau R.A selalu mengajak ummat untuk masuk menuju pintuSebenar-benarnya Taubat(“Taubatan Nasuha.”)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *